Baca: 1 Korintus 13
Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih. —1 Korintus 13:13
Saya menanyai orang-orang yang berkesusahan, "Siapa yang menolong Anda?" Tidak seorang pun menyebut seorang bergelar Ph.D. dari seminari bergengsi atau seorang filsuf terkenal. Kita semua mempunyai kemampuan yang sama untuk menolong mereka yang menderita.
Tidak seorang pun dapat memberi resep yang tepat untuk menghadapi penderitaan. Jika Anda bertanya langsung kepada mereka yang mengalami penderitaan, sebagian dari mereka akan mengingat seseorang yang dengan riang menolong mereka mengalihkan perhatian dari kesakitan mereka. Yang lain justru menganggap hal itu sebagai hinaan. Sebagian mengharapkan pembicaraan yang jujur, berterus-terang; sedangkan yang lain merasa bahwa pembicaraan semacam itu malah menambah depresi.
Tidak ada pengobatan ajaib untuk orang yang menderita. Pada prinsipnya, orang seperti ini memerlukan kasih. Jean Vanier, pendiri gerakan L'Arche bagi para penderita cacat perkembangan, berkata: "Orang-orang terluka yang hancur karena penderitaan dan penyakit hanya minta satu hal: hati yang mengasihi dan berkomitmen, hati yang penuh harapan untuk mereka."
Kasih semacam itu mungkin menyakitkan bagi kita. Namun, Paulus mengingatkan kita tentang kasih sejati yang "Menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu" (1 Kor. 13:7).
Sebagaimana pola yang sering digunakan-Nya, Allah memakai orang-orang awam untuk menyatakan kesembuhan dari-Nya. Mereka yang menderita tidak memerlukan pengetahuan dan hikmat kita, mereka hanya memerlukan kasih kita. —PDY
Oh, saudara seiman, rengkuhlah sesamamu di hatimu!
Di mana ada rasa belas kasih, di situ damai Tuhan dicurahkan;
Penyembahan sejati adalah ketika kita saling mengasihi,
Senyuman adalah pujian, perbuatan baik adalah doa. —Whittier
Mereka tidak benar-benar mengasihi, jika mereka tidak dapat menunjukkan kasihnya. —Shakespeare
Sumber : Santapan Rohani, Our Daily Bread
Tidak ada komentar:
Posting Komentar