Kasihilah Tuhan, Allahmu dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. —Matius 22:37
Novel Perang Dunia II yang menggetarkan, karya dari dari Herman Wouk, The Caine Mutiny (Pemberontakan Caine), berisi sebuah ilustrasi yang sempurna tentang apa yang akan terjadi ketika seseorang menjadi pengikut Allah.
Di dalam novel tersebut, seorang pemuda dari keluarga yang berpengaruh telah terdaftar menjadi anggota Marinir Amerika. Di hari pelantikannya, ibu pemuda ini mengantarnya dengan mobil mewah dan memberikan ciuman perpisahan. Lalu pemuda tersebut berjabat tangan dengan penjaga gerbang ketika ia melangkah ke dalam gedung, dan gerbang pun ditutup kembali.
Tiba-tiba, ibunya khawatir jika anaknya tidak memiliki cukup uang. Ibu ini bergegas kembali ke gedung dan hendak masuk melalui pintu gerbang. Akan tetapi, penjaga gerbang menghentikan ibu ini dengan sopan. Ketika ia ingin masuk, penjaga tersebut tidak mengizinkannya. Si ibu dapat melihat anaknya di balik pintu gerbang, lalu ia segera meraih gagang pintu."Itu anakku!" serunya. Penjaga gerbang menyingkirkan tangan ibu tersebut dari gagang pintu dan berkata dengan lembut,"Ibu, saya memahaminya, tetapi sekarang putra ibu menjadi milik negara. Ia adalah perwira angkatan laut."
Ketika kita percaya kepada Yesus Kristus dan menjadi pengikut-Nya, kita berada di bawah penguasa baru. Kita menjalankan perintahperintah baru. Sekarang kita adalah milik-Nya. Semua yang pernah kita anggap penting, sekarang tidak berarti lagi. Kita menilai segala sesuatu dengan cara yang berbeda. Kerinduan kita yang baru adalah mengasihi dan melayani Tuhan dengan segenap hati (Ul. 6:5-6). Sudahkah Anda bergabung di dalam barisan Kristus? —DCE
Yesus Tuhanku akan mengasihiku selama-lamanya,
Tak ada kuasa gelap yang mampu memisahkanku dari-Nya;
Dia menyerahkan nyawa-Nya sebagai pengganti jiwa—
Sekarang aku menjadi milik-Nya! —Clayton
Tidak ada komentar:
Posting Komentar