Jumat, 22 Januari 2010

Saling Memahami

Baca: Amsal 16:16-22

Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya. —Amsal 20:5

Salah satu cara terbaik bagi seorang pria untuk mengasihi istrinya adalah dengan memahaminya. Petrus menjelaskan bahwa penting bagi seorang suami untuk "hidup bijaksana dengan [istrinya]" (1 Ptr. 3:7).

Prinsip ini berlaku dua arah. Para suami juga ingin dimengerti. Sebenarnya, kita semua sama. Setiap orang, yang menikah ataupun tidak, ingin sekali dimengerti oleh orang lain pada tingkatan yang sedalam mungkin. Kita dilahirkan dengan kebutuhan itu, dan tampaknya kita tidak pernah dapat menghapuskannya.

Mengatakan bahwa kita tidak dapat saling mengerti adalah alasan yang lemah. Kita dapat dan harus melakukannya. Diperlukan waktu—waktu yang digunakan ketika saling bertemu dengan orang lain untuk mengajukan pertanyaan, mendengarkan dengan penuh perhatian, lalu bertanya lagi. Begitu sederhana. Tentu, tidak ada orang yang dapat mengerti sepenuhnya misteri hati orang lain, tetapi kita dapat mempelajari hal yang baru setiap harinya. Penulis kitab Amsal yang bijak menyebut pengertian sebagai "sumber kehidupan" (16:22), suatu sumber hikmat yang tinggi bagi semua orang yang mencarinya.

Sekali lagi, saya katakan, untuk saling mengerti diperlukan waktu—salah satu dari hadiah paling berharga yang dapat kita berikan kepada orang lain. Bagaimana kita memilih untuk menggunakan waktu kita adalah indikator yang paling meyakinkan tentang seberapa besar kita memedulikan orang-orang yang kita kasihi.

Hari ini, mintalah kepada Tuhan untuk memberi kita anugerah agar dapat memanfaatkan waktu untuk memahami orang-orang terpenting di hidup kita. —DHR

Kepada setiap orang yang hidupnya kita pengaruhi,
Kepada orang-orang yang kita kasihi,
Hadiah terbesar yang dapat kita berikan
Adalah sebuah hati yang penuh pengertian. —Branon
Bersedia mendengarkan berarti membuka pintu menuju pengertian.

Suber : Santapan Rohani Our Daily Bread

Tidak ada komentar:

Chat


Pengikut

Blog Archive