Kamis, 16 Februari 2012

Fokus

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Ams. 4:23

Saya pernah menulis mengenai satu pekerjaan yaitu mengepel bukan sekedar membasahi lantai. Setiap hal yang kita kerjakan, jika tidak dilakukan dengan fokus kepada Tuhan, pasti hasilnya kurang memuaskan. Karena hanya Tuhanlah yang bisa diandalkan, melepaskan dahaga jiwa. Point saya bukan pada pekerjaannya, tetapi pada hati kita. Sudahkah kita menjaga hati kita senantiasa? Setia pada hal sekecil apapun?

Ada teman yang curhat mengapa selalu ada kesalahan di dalam pekerjaannya. Sebenarnya masalah itu ada pada hatinya.

Seorang teman lagi mengakui kehilangan semangat dan sulit untuk bangkit, ketika saya menyinggung masalah hubungannya dengan Tuhan dengan yakin dia mengatakan, memang semangatku merosot, tetapi dengan Tuhan aku baik-baik saja. Betulkah demikian?

Saya teringat ada khotbah yang mengajar kita untuk selalu memandang salib Kristus. Ini sangat benar karena dengan melihat salib Kristus, kita akan melihat kesengsaraan-Nya juga kasih-Nya. Tidak ada yang menderita lebih dari Dia, pun tidak ada yang punya kasih seperti Dia. Apapun masalah yang sedang kita hadapi saat ini, sebenarnya bukan jadi masalah jika kita bandingkan dengan masalah sesungguhnya yang sudah Kristus kerjakan. Dengan memandang salib Kristus, kita tidak hanya merasakan punya teman sependeritaan, tetapi lebih dari itu, yaitu teman yang punya jalan keluar di setiap persoalan.

Pandanglah salib-Nya, agar kita juga bisa merasakan kemenangan itu. Sesungguhnya dunia tidak menakutkan lagi, dosa sudah kehilangan sengatnya, kematian bukan masalah lagi, lalu apa yang masih mengganggu? Adalah diri kita sendiri. Hati dan jiwa kita sendiri.

Seperti yang Norman Grubb katakan dalam satu artikelnya...
Itulah yang sebenarnya terjadi
Kita membuat diri kita menjadi Tuhan, bukan Tuhan sendiri. Secara alami kita menjalani hidup kita sendiri. Dan itulah masalah kita.
Iblis bukanlah permasalahannya. Ia telah dibereskan pada 2000 tahun yang lalu.
Tidak ada masalah dalam kehidupan manusia selain daripada reaksi pribadi kita sendiri: tidak satupun.
Tetanggamu bukanlah masalahmu
Lingkungan bukanlah masalahmu
Masalahnya adalah reaksimu sendiri
Pribadi yang menyimpang, keluar dari jalur, adalah masalah kita.
Saat kita tahu bagaimana mengatur diri dan mengarahkannya kembali pada posisi yang seharusnya, maka kita telah menemukan kunci kehidupan.


Fokuslah keluar dari diri sendiri. Fokuslah kepada Allah. Banyak hal amazing terjadi di luar sana. Tetapi yang terpenting dari semua itu adalah fokuslah kepada Allah. Empunya Kehidupan.


Karena segala jalan orang terbuka di depan mata TUHAN, dan segala langkah orang diawasi-Nya. Ams. 5:21

Tidak ada komentar:

Chat


Pengikut

Blog Archive