“Janganlah lagi minum air saja, melainkan tambahkanlah anggur sedikit, berhubung pencernaanmu terganggu dan tubuhmu sering lemah.” 1 Timotius 5:23
Sekitar 80% tubuh manusia terdiri dari air. Malahan, otak memiliki komponen air sebanyak 90%, sementara darah memiliki Komponen air 95%. Manusia normal membutuhkan air sedikitnya 2 liter atau 8 gelas sehari. Air sebanyak itu diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh kita lewat air seni, keringat, pernapasan, dan sekresi. Apa yang terjadi bila kita mengkonsumsi kurang dari 2 liter sehari? Tubuh akan menyeimbangkan diri dengan cara “menyedot” air dari komponen tubuh sendiri. Bagian yang akan disedot komponen airnya adalah Darah.
Darah yang disedot airnya akan menjadi kental. Akibat pengentalan darah ini, maka perjalanan darah akan menjadi kurang lancer yang mengakibatkan ginjal (tempat menyaring racun dari darah) harus bekerja extra keras menyaring darah. Dan karena saringan dalam ginjal halus, tidak jarang darah yang kental bisa menyebabkan perobekan pada glomerulus ginjal.
Akibatnya, air seni anda berwarna kemerahan, tanda mulai bocornya saringan ginjal. Bila dibiarkan terus menerus, perlu dilakukan cuci darah. Darah kental menyababkan perjalanan menuju otak menjadi terhambat. Karena sel-sel otak adalah yang paling boros mengkonsumsi makanan dan oksigen, lambatnya aliran darah ini bisa menyebabkan dan sel-sel otak menjadi cepat mati atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya (otak menjadi tidak lagi “encer”). Jantung juga akan bekerja lebih keras bila darah mengental, sehingga serangan stroke bisa lebih lekas datang.
Begitu banyak hal yang buruk bisa terjadi ketika kita kurang minum air. Namun, dampak tersebut tidak langsung terjadi sehingga kita kita seringkali meremehkannya. Kita harus menjaga kesehatan kita dengan baik.
Rasul Paulus tidak hanya memberikan nasihat rohani kepada Timotius. Dia juga memberikan masukan untuk menjaga tubuh Timotius. Karena ada gangguan pencernaan, Rasul Paulus menyarankan Timotius untuk menambahkan anggur ke dalam air yang dia minum.
Kita juga harus belajar menjaga kesehatan tubuh kita. Jangan sampai kita hanya memperhatikan tubuh kita ketika kita sudah merasa sakit. Ingat, menjaga kesehatan jauh lebih mudah dan murah daripada mengobati penyakit. (BS)
Sumber : Renungan King's Word
Tidak ada komentar:
Posting Komentar