Mengenal Lebih dekat pribadi-Nya, melalui membaca Renungan di setiap harinya.
Rabu, 25 November 2009
BEBAS DARI HUTANG
Prinsip-prinsip rohani tidak bisa diabaikan. Iman, ketaatan, memberi kepada Allah yang menjadi hak Allah, memberi kepada orang miskisn, memberi pada gereja, dan melakukan prinsip yang alkitabiah akan membantu Anda menata keuangan anda dan meraih hidup yang bebas dari hutang.
Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang! (Hagai 1: 6)
Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.
Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam. (Maleakhi 3: 10-11)
Bermitra dengan Allah dalam segala bidang merupakan sesuatu yang mendasar, mengikuti kehendak dan jalanNya terlebih dahulu, dan sungguh percaya kepada Allah sebagai penyelenggara tunggal kita dan penguasa hidup kita.
Jutaan orang berusaha menumpuk harta kekayaan. Adalah hal yang sukar untuk puas dengan apa yang kita miliki sedangkan sistem di dunia ini seringkali membuat kita tidak bahagia dengan apa yang kita miliki dan menginginkan segala yang tidak kita punyai. Berapa banyak uang yang dibutuhkan untuk menjadi puas? Uang tidak dapat membeli kepuasan atau kebahagiaan.
Berhentilah untuk memoroti diri anda sendiri
Anda sudah hidup berkecukupan. Berhentilah membeli lebih banyak barang. Anda tidak membutuhkan segalanya. Anda tidak membutuhan yang terbaru, terhebat, terbesar atau yang terbaik. Jangan terlalu gampang dipengaruhi oleh iklan, mereka sedapat mungkin meyakinkan anda bahwa anda betul-betul harus membeli produk mereka, produk memang menolong anda hidup lebih enak, lebih puas dan setiap orang mau menjadi teman anda. Tetapi sebenarnya marketer tidak peduli sedikitpun tentang kesejahteraan anda, mereka hanya menginginkan uang anda dan kartu kredit anda. Hiduplah dibawah kemampuan anda dan ini adalah hal yang mungkin, hal ini hanyalah soal membuat pilihan-pilihan yang berbeda dengan keputusan yang tepat.
Bagaimana dengan pengeluaran yang yang tidak terkendali dan anda tidak bisa menolak untuk membeli lebih banyak barang ?
Kita perlu membangun daya tahan terhadap pembelian yang mengikuti kata hati, inilah disiplin yang kita perlukan. Disiplin ekonomi meliputi pengelolaan waktu, pengeluaranyang bijaksana, kerja keras, kemampuan mengelola uang dan kemampuan menolak hutang. Disiplin ini meliputi doa, kerendahan hati, intergritas, sikap rajin, setia, taat dan tidak egois.
Hutang adalah “kanker” yang melumpuhkan kehidupan banyak orang. Bukan hanya orang per orang yang kena akibatnya, melainkan keluarga, hubungan, dan bisnis sering juga hancur karena hutang. Kehidupan yang bebas dari hutang merupakan prinsip alkitabiah utama dalam kerajaaan Allah. Yesus sendiri datang untuk membebaskan kita dari hutang dosa. Hutang tidak pernah menjadi bagian normal dari kehidupan Kristiani dan hutang harus dihindari dengan segala cara. (Pendeta DR. Kong Hee. City Harvest Church Singapura).
Mulailah memberi kepada orang lain
Dapat memberikan sesuatu kepada orang lain adalah suatu sukacita. Tindakan memberi adalah pekerjaan Tuhan dan memberi akan mendapatkan ganjaran: ketika anda memberi lebih dahulu secara otomatis kebutuhan pribadi pun anda akan diperhatikan.
Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.
Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.
Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?
Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?
Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?
Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.
(Matius 25: 35-40)
Memberi itu menyenangkan? Memberi itu menggairahkan! Ketika anda sedang merasa sedih atau tidak bersemangat, cobalah memberi diri anda kepada orang lain. Akan timbul perasaan yang menyenangkan, kebahagiaan, harapan, rasa damai dan sejahtera.
Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah. (Ibrani 13: 16)
Apa yang dapat kita berikan? Waktu kita, uang kita, keterampilan kita, dan berikanlah diri anda.
Disiplinkan Sikap Pembayaran Tunai
Jika membayar tunai, kita akan membeli lebih sedikit. Pakar keuangan dapat segera menjelaskan kepada anda bahwa anda akan membeli sepertiga lebih sedikit jika anada membeli dengan tunai daripada kredit. Membeli dengan kartu kredit akan membuat anda belanja lebih banyak daripada yang anda butuhkan. Belanja lebih banyak akan membuat anda membayar lebih banyak, dan memperlambat kemampuan anda untuk menabung dan berinvestasi.
Keuntungan membeli dengan tunai:
1. akan mengurangi pemikiran bahwa anda betul-betul memerlukan barang tersebut
2. anda akan menunda pembelian
3. anda akan berusaha mencari alternatif terbaik dan yang terjangkau
4. anda tidak perlu kuatir anggaran yang telah ada susun menjadi hancur
5. tidak cemas dengan angsuran dan hutang-hutang lain yang belum terbayar.
Mulailah menabung untuk masa depan
Saat ini kita mungkin masih muda, tetapi percayalah kita akan menjadi tua dengan sangat cepat. Suatu saat kita kita semua ingin bersantai dan tidak hanya berfokus untuk mencari uang. Mulailah menabung dari usia muda.
Bagaimana saya bisa menabung?
1. Hiduplah tanpa hal-hal tertentu yang biasa anda beli, misal makanan cepat saji, atau latte yang anda beli setiap hari, dan lain sebagainya.
2. Mencari Kerja tambahan, dan bonusnya ditabung
3. Menjual asset yang tidak diperlukan
4. Disiplin menyisihkan penghasilan untuk menabung.
SUMBER : (Rotihidup.com)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar