Jumat, 02 Juli 2010

Langkah Siput

Baca: Roma 5:1-5

Kesengsaraan menimbulkan ketekunan; dan ketekunan menimbulkan tahan uji; dan tahan uji menimbulkan pengharapan. —Roma 5:3-4

Salah satu ingatan masa kanak-kanak saya adalah menyaksikan siput di taman bunga di halaman belakang rumah kami. Saya terpesona pada mahkluk kecil ini dengan cangkang, perut kecil langsing, dan mata kecilnya yang bergerak-gerak seperti periskop. Namun, yang membuatnya terlihat unik adalah begitu lambannya siput ini bergerak.

Seberapa lamban seekor siput bergerak? Sebuah studi mencatat bahwa kecepatan seekor siput adalah 0,012 km per jam—atau 12 m dalam satu jam. Tidaklah mengherankan jika kita menggunakan istilah jalannya seperti siput yang berarti “lamban”.

Walaupun seekor siput bergerak sangat lamban, tetapi satu kelebihan yang dimilikinya adalah ketekunan. Seorang pengkotbah besar di abad 19, Charles Spurgeon, dengan humoris menyatakan, “Dengan ketekunan, seekor siput dapat mencapai bahtera (Nuh).”

Menurut Rasul Paulus, ketekunan adalah komponen kunci dalam pengembangan karakter. Paulus menjelaskan bahwa “kesengsaraan menimbulkan ketekunan” (Rm. 5:3). Dan di atas dasar inilah terbentuklah karakter dan pengharapan (ay.4). Kata Yunani yang kemudian diterjemahkan menjadi “ketekunan” mempunyai arti “ketabahan, konsisten, dan ketahanan.” Kata ini menunjuk kepada orang-orang percaya yang bertahan dalam perjalanan iman mereka walaupun melewati banyak pencobaan yang menyakitkan.

Apakah kemerosotan memperlambat Anda sehingga membuat Anda melangkah seperti siput? Kuatkan hati Anda. Allah tidak mengharapkan penyelesaian yang cepat. Allah mengharapkan ketekunan yang bertumbuh. —HDF

Ketika pencobaan telah memperlambat hidup kita,

Sangat mudah rasanya bagi kita untuk menyerah;

Tetapi dengan ketekunan, kita akan bisa mengatasi masalah,

Teruslah melangkah—dengan Kristus kita dapat menang. —Branon
Pencapaian yang besar membutuhkan ketekunan yang besar.

Sumber : Santapan Rohani

Tidak ada komentar:

Chat


Pengikut

Blog Archive