Jumat, 23 Oktober 2009

WHERE IS MY FIRST LOVE?

Kidung Agung 7:12 Mari, kita pergi pagi-pagi ke kebun anggur dan melihat apakah pohon anggur sudah berkuncup, apakah sudah mekar bunganya, apakah pohon-pohon delima sudah berbunga! Di sanalah aku akan memberikan cintaku kepadamu!



Bangun pagi-pagi aku merasa sangat lemas dan tidak punya gairah sama sekali menghadapi hari itu. Dari dalam diriku seperti ada yang menarikku untuk terdiam dan tidak melakukan apa-apa. Otakku yang biasanya tanpa diperintah akan berputar membuka agendanya sendiri dan membuat daftar kerja harianku, hari itu seperti terhenti dan tidak ingin mengingat apa-apa tentang pekerjaan. Kakiku sepertinya tidak mau digerakkan turun dari ranjang. Tanganku pun tidak jauh berbeda. Seluruh badanku sepertinya tidak mau merespon perintah hatiku untuk bangun. Mode – OFF.

Bukan sesuatu yang biasa. Pasti ada sebabnya. Tidak pernah seperti ini, yang pasti tidak seperti ini kalau aku mengingat betapa banyaknya yang harus kukerjakan hari itu. Ini bukan sesuatu yang biasa. Ini tidak benar.

Aku memaksa hatiku untuk jujur pada diriku sendiri, mencari tahu apa yang sedang berlangsung. Sementara rohku terasa bekerja meletupkan api kecil yang direspon perlahan oleh jiwaku. “Bangunlah jiwaku...bangunlah....!!!”bisik rohku nyaris tak terdengar. “Bangunlah jiwaku...bangun...!!!” bisiknya lagi sedikit tergetar. Jiwaku sedikit terusik, menggeliat perlahan...mengalirkan keinginan melalui otakku...dan akhirnya....

Akhirnya hatiku menangis..air mata meleleh...tanda memang ada sesuatu terjadi dalam hatiku yang selama ini kutahan dan tanpa kusadari akhirnya menimbulkan benteng pertahanan yang kokoh, yang membuatku kehilangan perasaanku sendiri. Terlalu banyak yang kusimpan dan kutahan dan ternyata merusak perasaanku sendiri.

Tak lama kemudian, hatiku mulai menyerah...tercurahlah semuanya...air mataku mengalir deras tak tertahan lagi. Semua rasa sakit yang ada, rasa sedih yang tersimpan dan rasa kecewa yang menumpuk membludak keluar seiring air mataku yang terus mengalir. Otakku mulai bekerja normal, mengeluarkan serangkaian memori tentang beberapa peristiwa yang sudah lewat dan memainkannya bagaikan filem di mataku. Peristiwa demi peristiwa yang aku tahu pernah terjadi dalam hidupku, yang kusimpan sendiri, yang tidak pernah kuceritakan...dan kesemuanya itu ternyata sangat menyakitkan dan membuatku merasa sendirian. Begitu berat dan menekan...

Tak terasa mulutku berseru..”TUHAN!!!!!! Tolong aku....!!!” Aku merintih setiap kali gambar-gambar peristiwa itu berkelebat dalam ingatanku. Sakit di hatiku tak tertahankan. Kekecewaan itu tidak dapat dilupakan begitu saja. Kepalaku terasa sakit. Aku merasa sendirian, terpojok, tertuduh dan menjadi korban dari keadaan. Sementara otakku terus bekerja memainkan filem dalam memoriku, hatiku terus merintih dan berdoa mohon kekuatan dari Tuhan. Suara-suara itu terus terekam dalam ingatanku, menyuarakan bunyi-bunyian yang tidak bisa kutahan..menyakitkan telingaku. Ingin rasanya kutahan dengan menutup telingaku, tapi tidak bisa kulakukan karena suara itu berasal dari dalamku dan bukan dari luar. Sangat menyiksa...!!!!! TUHAN!!!!!!!! TOLONG!!!!!!

Air mataku terus mengalir tak tertahankan, sementara mulutku terus menyerukan nama Tuhan Yesus meminta kekuatan dari Dia, dan aku terus berusaha menggerakkan tubuhku bangun dari tempat tidur, berdiri dan melangkah. Usaha yang sulit dalam keadaan seperti itu. Tapi aku memaksakan diriku. Aku mengambil Alkitabku..kubuka asal saja..rohku memerintahkan seperti itu dan aku mau taat kali ini. Aku membacanya..apa saja yang tertulis di halaman itu aku baca keras-keras, sekalipun otakku seperti tidak mau tahu, tapi mulutku terus membacanya.

Aku mengeluarkan jeritan perlahan..mencoba melepaskan beban yang menekan itu. Kepalaku terhuyung sedikit, badanku oleng. Sedikit kehilangan kesadaran, tapi aku merasa ada yang menarikku untuk hidup kembali. Roh Kudus yang ada dalamku rupanya bekerja lebih keras. Apinya menyadarkan rohku kembali. Aku kembali membaca firman Tuhan keras-keras..kali ini lebih keras untuk mengendalikan otakku. Dan sedikit lebih berhasil karena sekarang otakku lebih bisa menerimanya.

Mazmur 42:5 Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

Aku membacanya keras dan berulang-ulang...sampai otakku bisa menyerapnya dan memahaminya. Aku menunggu diriku sendiri bereaksi atas ayat ini. Puji Tuhan..lambat tapi pasti..otakku mulai menangkap dan mencernanya. Memoriku tidak lagi mengeluarkan filem-filem menekan itu..tapi beralih pada firman yang menyejukkan ini, sebagai gantinya dikeluarkannya memori tentang segala kebaikan yang kuterima dari Tuhan. Peristiwa yang menyejukkan hati, membuat hatiku lebih tenang, berpengharapan dan ada kekuatan mulai menyeruak. Terimakasih Tuhan...bisikku.

Aku berlutut di kamarku dan mulai berdoa, menceritakan semua beban hidupku kepada Tuhan. Air mata kembali mengalir tapi perasaan tertekan itu mulai memudar. Sebagai gantinya, aku merasakan penghiburan yang luar biasa melingkupiku, memberikan kesejukkan hati dan menaruh damai sejahtera. Air mata masih mengalir, tapi hatiku mulai dapat ditenangkan. Thanks God..You are my good Lord....

>>>>>>>>>>>>>>>>

Kisah di atas adalah sebuah pengalaman yang baru saja dialami oleh seorang yang sangat saya kasihi. Salah satu bagian dari jemaat saya yang sudah cukup lama terhilang, tidak bersekutu bersama-sama lagi. Tapi ketika akhirnya kami dipertemukan kembali dan mulai memperbaiki kontak, peristiwa ini dia alami dan dia ceritakan.

Ada sebuah pengakuan keluar dari dirinya bahwa sudah cukup lama dia menjauh dari Tuhan karena ada begitu banyak peristiwa yang menyakitkan bagi dia. Depresi akhirnya menjadi satu hal yang seringkali harus dia alami. Tekanan yang terakhir dia alami akhirnya bisa dilewati dengan kembali berdoa dan berseru kepada nama Tuhan.

Sudah terlalu lama ‘cinta pertama’ itu hilang dari dirinya. Dia mencarinya ke mana-mana dan tidak menemukannya karena dia meninggalkannya. Sekarang dia mengingatnya dan membutuhkannya. Dia mau kembali kepada cintanya yang mula-mula dan memulainya lagi.

Tuhan pasti mau mendengarkannya, dan pasti mau merengkuhnya kembali. Dia selalu menantikan setiap orang yang terhilang untuk kembali.

Kalau anda mengalami hal yang sama, kembalilah segera pada Tuhan. TanganNya yang berlubang paku terentang lebar bagi anda. KasihNya yang tak terbatas itu akan segera menghampiri anda. Jangan tunda lagi. Apa yang menahanmu sekarang? Singkirkan itu dan terimalah kebaikanNya yang tiada tara itu. Amin.



By : Ps. Sariwati Goenawan – IFGF GISI Bandung

Sumber : http://www.rotihidup.com

Tidak ada komentar:

Chat


Pengikut

Blog Archive