KALEB (YOSUA 14:1-14) .....SIFAT-SIFAT SAYA
[*]Yos 14:6
~Bani Yehuda datang menghadap Yosua di Gilgal. Pada waktu itu berkatalah Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, kepadanya: "Engkau tahu firman yang diucapkan TUHAN kepada Musa, abdi Allah itu, tentang aku dan tentang engkau di Kadesh-Barnea.~~
[*]Yos 14:7
~Aku berumur empat puluh tahun, ketika aku disuruh Musa, hamba TUHAN itu, dari Kadesh-Barnea untuk mengintai negeri ini; dan aku pulang membawa kabar kepadanya yang [*]sejujur-jujurnya.
[*]Yos 14:8
~Sedang saudara-saudaraku, yang bersama-sama pergi ke sana dengan aku, membuat tawar hati bangsa itu, aku tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati.~
[*]Yos 14:9
~Pada waktu itu Musa bersumpah, katanya: Sesungguhnya tanah yang diinjak oleh kakimu itu akan menjadi milik pusakamu dan anak-anakmu sampai selama-lamanya, sebab engkau tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati.~
[*]Yos 14:10
~Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini;~
[*]Yos 14:11
~pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk.~
[*]Yos 14:12
~Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan TUHAN pada waktu itu, sebab engkau sendiri mendengar pada waktu itu, bahwa di sana ada orang Enak dengan kota-kota yang besar dan berkubu. Mungkin TUHAN menyertai aku, sehingga aku menghalau mereka, seperti yang difirmankan TUHAN."~
[*]Yos 14:13
~Lalu Yosua memberkati Kaleb bin Yefune, dan diberikannyalah Hebron kepadanya menjadi milik pusakanya.~
[*]Yos 14:14
~Itulah sebabnya Hebron menjadi milik pusaka Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, sampai sekarang ini, karena ia tetap mengikuti TUHAN, Allah Israel, dengan sepenuh hati.~
Siapakah Kaleb :
1. Pemimpin Bani Yehuda (Kel 14:6)
2. 1 dari 12 pengintai (Bil 13:6)
3. Anak dari Yefune, Orang KENAS (Kel 14:6)
dicatat disini bahwa Kaleb adalah orang Kenas.
Siapakah Kenas itu? mari kita lihat di Kejadian
[*]Kej 36:1 ~Inilah keturunan Esau, yaitu Edom.~
[*]Kej 36:10 ~Nama anak-anaknya ialah: Elifas, anak Ada isteri Esau; Rehuel, anak Basmat isteri Esau.~
[*]Kej 36:11 ~Anak-anak Elifas ialah Teman, Omar, Zefo, Gaetam dan Kenas.~
jadi Kaleb bukan orang Yahudi, ia adalah orang Edom.
Orang Edom adalah orang2 di luar perjanjian.
Karena kasih karunia Tuhan, Kaleb masuk ke dalam perjanjian
Apa yang terjadi 45 tahun yang lalu (Bil 13-14) :
1. Kaleb adalah 1 dari 12 pengintai yang dikirim Musa mengintai negeri Kanaan.10 orang pengintai dan seluruh bangsa tidak percaya dapat memasuki negeri perjanjian karena orang2 Enak yang tinggal didalamnya. Hanya Kaleb dan Yosua yang tetap percaya
2. Kaleb menaruh keyakinannya pada Tuhan. Ia percaya pada kekuatan Tuhan, janji Tuhan, kehadiran Tuhan dan perlindungan Tuhan (Bil 14:8-9)
3. Tuhan memperhatikan iman dan kesetiaan Kaleb dan Tuhan berjanji bahwa umur Kaleb akan diperpanjang, Kaleb akan masuk ke tanah perjanjian, dan Kaleb akan mendapatkan Hebron sebagai milik pusakanya.
saat itu telah 45 tahun berlalu dari saat Tuhan berjanji. Kaleb telah berumur 85 tahun, dan ia belum mendapatkan apa yang dijanjikan Tuhan padanya.
seluruh angkatan 45 tahun lalu yang telah dewasa telah mati di padang gurun, dan bahkan Musa sang pemimpin telah ditolak untuk masuk ke tanah perjanjian.
Bagaimana respon Kaleb saat itu (45 tahun kemudian)? (Yos 14:10-13)
1. Kaleb menyatakan kesetiaan Tuhan dalam memegang janji-Nya
2. kaleb menyatakan imannya dan mengklaim janji Tuhan padanya
Jadi apa yang dapat kita pelajari dari cerita tentang Kaleb ini?
1. Jangan pernah lupakan kasih karunia Tuhan dalam hidupmu (Yos 14:6,13,14)
Kita seperti halnya Kaleb yang berada di luar perjanjian, Yesus lah yang mengangkat kita masuk ke dalam perjanjian. Hanya karena kasih karunia Tuhan-lah kita dapat masuk ke dalam perjanjian-Nya
2. Bagaimana kita menanggapi kasih karunia tersebut : Mengikuti Tuhan Allahmu dengan sepenuh hati (Yos 14:8,9,14)
beberapa dari kita mungkin masih muda, beberapa sudah tua, beberapa masih akan hidup lama, beberapa hanya hidup sebentar lagi
tetapi yang penting bukanlah berapa lama kita telah hidup atau berapa lama lagi kita akan hidup.
yang penting adalah seberapa setia engkau dengan tahun2 yang sudah kau miliki
di akhir hidup, dapatkah kita berkata seperti Kaleb :
~aku tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati (Yos 14:8)~
MENGIKUT TUHAN DENGAN SEPENUH HATI (2) WASPADA TERHADAP JERAT-JERAT BILEAM
Bileam adalah nabi Allah yang murtad dan mulai menjalankan praktek perdukunan. Dia bukan seorang nabi biasa, karena Allah menampakkan diri kepadanya. Tetapi cinta akan uang dan kedudukan membuatnya menjadi murtad. Dia membuat banyak orang Israel gagal masuk ke Tanah Perjanjian. Karena itu supaya lulus ujian padang gurun dan masuk ke Tanah Perjanjian, kita harus mengalahkan jerat-jerat Bileam itu.
Ketika Musa menyuruh 12 orang untuk mengintai Tanah Perjanjian, dua diantaranya adalah Kaleb dan Yosua (Bilangan 13). Setelah mengintai mereka memberi kabar kepada Musa, Kaleb dan Yosua menyampaikan kabar baik, tetapi 10 pengintai lainnya menyampaikan kabar buruk. Akibatnya orang-orang Israel lebih percaya kepada 10 pengintai yang menyampaikan kabar buruk itu, sehingga mereka memberontak kepada Tuhan – karena mereka tidak percaya kepada janji Tuhan. Ini terjadi di daerah Kadesh-Barnea (Bilangan 32:8). Akhirnya 10 pengintai yang menyampaikan kabar buruk itu kena tulah yang dari Tuhan dan mereka mati (Bilangan 14:36-37). Tuhan berkata tentang mereka: “Di padang gurun ini bangkai-bangkaimu akan berhantaran, yakni semua orang di antara kamu yang dicatat, semua tanpa terkecuali yang berumur dua puluh tahun ke atas, karena kamu telah bersungut-sungut kepada-Ku. Bahwasanya kamu ini tidak akan masuk ke negeri [Tanah Perjanjian] yang dengan mengangkat sumpah telah Kujanjikan akan Kuberi kamu diami, kecuali Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun [bersama mereka yang berumur di bawah dua puluh tahun akan masuk ke Tanah Perjanjian] ! (Bilangan 14:29-30).
Umur 20 tahun memang relatif muda dan mungkin sebelum umur 60 tahun dia sudah mati, karena memang hanya mereka yang berumur di bawah 20 tahun yang boleh masuk ke Tanah Perjanjian. Tetapi ketika mereka berjalan menuju ke Tanah Perjanjian mereka kena jerat-jerat Bileam.
Pada waktu itu Bileam diminta oleh raja Balak (raja Moab) untuk mengutuk orang Israel, karena raja Balak takut kepada orang Israel (Bilangan 22:2-6). Bileam adalah orang yang cinta uang (upah), sehingga dia mau mengutuk orang Israel. Tetapi Tuhan berkata kepada Bileam : "... Janganlah engkau pergi bersama-sama dengan mereka, janganlah engkau mengutuk bangsa itu, sebab mereka [bangsa Israel] telah diberkati." (Bilangan 22:12).
Kemudian Bileam menghadap Balak, tetapi pada waktu Bileam disuruh mengutuki orang Israel - Tuhan justru menyuruhnya untuk memberkati orang Israel sampai tiga kali (Bilangan 23:4 – 24:9). Akhirnya Balak marah dan menyuruh Bileam pulang ke rumahnya tanpa diberi upah (Bilangan 24:10-11).
Di dalam Bilangan 31:16 dan Wahyu 2:14 dinyatakan bahwa akhirnya demi mendapatkan upah / uang Bileam memberi nasehat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel dengan cara : mengirim perempuan-perempuan Moab kepada orang Israel supaya mereka berzinah - sehingga Tuhan menjadi marah dan menghukum orang Israel. Balak melihat bahwa ide Bileam itu sangat cemerlang, sehingga Balak melaksanakan ide itu. Akibatnya orang Israel berzinah dengan perempuan-perempuan Moab, dan mereka dibawa oleh perempuan-perempuan Moab itu untuk menyembah Baal-Peor (penyembahan berhala). Musa menjadi marah melihat hal itu (Bilangan 25:1-9).
Akibat dari peristiwa itu orang Israel yang mulai berjalan masuk ke Tanah Perjanjian yaitu mereka yang berumur dibawah 20 tahun yang seharusnya masuk ke Tanah Perjanjian tetapi karena termasuk kelompok dua puluh empat ribu orang yang mati karena tulah Tuhan itu, mereka tidak bisa masuk ke Tanah Perjanjian. Dan akhirnya Bileampun mati oleh pedang (Bilangan 31:8).
Kita harus berhati-hati, karena hari-hari ini di gereja / Kerajaan Allah banyak muncul Bileam-Bileam. Kita jangan sampai kena jerat Bileam dan harus waspada terhadap ajaran Bileam, yaitu :
1. Ketamakan / cinta akan uang.
2. Percabulan.
3. Penyembahan berhala.
Yang terutama di dalam hidup kita adalah Tuhan Yesus, kalau bukan Tuhan Yesus yang terutama di dalam hidup kita berarti kita sudah menyembah berhala.
4. Sihir.
Di dalam Galatia 5:20 dinyatakan bahwa sihir adalah salah satu perbuatan daging. Ilmu sihir adalah kuasa rohani yang palsu. Ilmu sihir menggunakan roh lain, bukan Roh Kudus untuk mendominasi – memanipulasi - menguasai orang lain. Jika kita menggunakan kekuatan jiwa untuk melayani Tuhan, maka itu tetap namanya sihir. Jadi kita harus benar-benar mengandalkan Roh Kudus, bukan dengan kekuatan jiwa, kehebatan atau kepandaian kita, tetapi oleh Roh Kudus.
5. Bileam menggunakan campuran urapan sejati dengan urapan palsu.
Terkadang kita sulit untuk membedakan antara urapan sejati dengan urapan palsu, tetapi hari-hari ini makin mendekati akhir zaman maka yang jahat akan bertambah jahat dan yang kudus akan bertambah kudus (Wahyu 22:11), semuanya itu akan Tuhan bukakan. Dan kita berdoa agar kita semua masuk ke Tanah Perjanjian.
MENGIKUT TUHAN DENGAN SEPENUH HATI
Yosua dan Kaleb memimpin orang-orang Israel yang di bawah 20 tahun dan yang juga lulus ujian Bileam untuk masuk ke Tanah Perjanjian. Rahasia Yosua dan Kaleb untuk bisa masuk ke Tanah Perjanjian adalah karena mereka mengikut Tuhan dengan sepenuh hati. Ciri yang paling utama dari orang yang mengikut Tuhan dengan sepenuh hati adalah dia percaya 100 % janji-janji Tuhan.
Cara Yosua dan Kaleb menghadapi 10 pengintai lainnya adalah sebagai berikut :
10 pengintai menggambarkan orang yang tidak mengikut Tuhan dengan sepenuh hati, mereka mati kena tulah Tuhan, sehingga tidak bisa masuk ke Tanah Perjanjian. Mereka berkata : "... Kami sudah masuk ke negeri, ke mana kausuruh kami, dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya. Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana. Orang Amalek diam di Tanah Negeb, orang Het, orang Yebus dan orang Amori diam di pegunungan, orang Kanaan diam sepanjang laut dan sepanjang tepi sungai Yordan. ... Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita. ... Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya.Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami." (Bilangan 13:27-33). Mereka hanya melihat masalah demi masalah, dan mereka tidak percaya kepada janji Tuhan.
Tetapi Yosua dan Kaleb berbeda dengan 10 pengintai itu, Yosua dan Kaleb mengikut Tuhan dengan sepenuh hati dan mereka percaya akan janji-janji Tuhan. Yosua dan Kaleb berkata : "... Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka." (Bilangan 14:7-9). Yosua dan Kaleb mengikut Tuhan dengan sepenuh hati dan mereka percaya bahwa mereka ada di tangan Tuhan.
Kalau kita mengikut Tuhan dengan sepenuh hati, yakin dan percaya bahwa kita ada di tangan Tuhan – di pikiran Tuhan – dan di rencana / rancangan Tuhan. Karena rancangan Tuhan bagi kita adalah rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan untuk memberikan kepada kita masa depan yang penuh pengharapan. (Yeremia 29:11)
MENGAMBIL LANGKAH IMAN
Yosua dan Kaleb mengambil langkah iman, sedangkan 10 pengintai lainnya justru menghalangi umat Tuhan untuk maju. Yosua dan Kaleb mengambil langkah iman, walaupun mereka tahu tantangannya sangat berat. Mereka mengambil langkah iman karena mereka percaya akan janji-janji Tuhan.
Gereja kita ada seperti hari ini adalah karena kita bersama-sama selalu mengambil langkah iman. Tuhan menuntun gereja kita dengan visi-visi-Nya. Tetapi kalau kita tidak percaya dengan visi itu, maka visi itu tidak akan pernah menjadi kenyataan. Jadi kalau kita mau agar visi itu menjadi kenyataan, kita harus mengambil langkah iman.
Ketika Tuhan berbicara tentang Tahun Mujizat dimana Bapak Gembala mendapatkan pengurapan mujizat, maka Bapak Gembala menyatakan : “Tahun 2006 adalah Tahun Mujizat.” Dan kita bersama-sama percaya - menerima dan berjalan bersama-sama.
Pada bulan Juni 2006 ketika Chuck Pierce memberikan gambar kunci kepada Bapak Gembala dan Tuhan menyatakan kepada Bapak Gembala : “Engkau sedang memegang kunci penuaian untuk bangsa ini. Dan penuaian akan datang melalui Healing Movement - dengan cara yang baru.” Kemudian Bapak Gembala menyatakan : “Tahun 2006 adalah Tahun Kesembuhan.” Dan kita semua percaya akan hal itu. Meskipun pada waktu itu Bapak Gembala sendiri juga bertanya-tanya : “Ini mujizat kesembuhan yang mana ?” Dan Bapak Gembala juga dilecehkan dan dicemooh oleh beberapa orang, tetapi dia tetap mengambil langkah iman. Dan luar biasa, karena pada saatnya kita benar-benar dibuat terheran-heran oleh Tuhan. Hari-hari ini kita melihat kesembuhan dan mujizat Tuhan yang semakin luar biasa.
Kemudian Tuhan juga memberikan kepada kita tentang SCCC (Sentul City Convention Center). Setiap hari Bapak Gembala disuruh Tuhan untuk berbicara tentang SCCC / House of Prayer for All Nations / Healing Center / Miracle Center yaitu tempat yang berpengaruh terhadap TRANSFORMASI INDONESIA. Dan Tuhan berkata : “Bangun SCCC !” Tetapi untuk membangunnya kita harus bersama-sama, dan itu merupakan proyek kita bersama yang sudah Tuhan sediakan. Tuhan berbicara tentang SCCC kepada Bapak Gembala jelas sekali : “Aku mau memberkati umat-Ku, tetapi mereka tidak mungkin Ku-beri (menuai) sebelum mereka memberi dan menabur.” Jadi kalau kita mau menuai, kita harus memberi / menabur terlebih dulu. Tuhan berkata : “Aku sediakan wadah SCCC supaya kamu bisa memberi / menabur, dan Aku sudah sediakan berkat seratus kali lipat.” Dan akhir-akhir ini kita sudah banyak mendengar orang yang dengan rela hati dan mengerti memberi / menabur untuk SCCC, diberkati Tuhan secara luar biasa.
Sebuah kesaksian yang unik yang dialami oleh seorang pendoa kita. Pendoa ini setiap bulan rajin memberi / menabur untuk SCCC, dan tiba-tiba dia mendapatkan mujizat yaitu mobil. Tetapi tiba-tiba mobilnya hilang, karena setelah mendapatkan mujizat berkat dia tidak lagi memberikan persembahan untuk SCCC.
Ada sebuah kesaksian seseorang dimana seharusnya dia bersama dengan anak buahnya dalam satu divisi mendapatkan bonus, tetapi ketika dia menghadap kepada atasannya ternyata dia tidak bisa mendapatkan bonus itu karena divisi-divisi yang lainnya mengalami kerugian sehingga harus ada subsidi silang. Tetapi kemudian dia berpikir untuk menabur / memberi persembahan untuk SCCC, dan dia berjanji kepada Tuhan kalau dia mendapatkan bonus itu maka setengahnya akan dipersembahkan untuk SCCC. Dan akhirnya dia mendapatkan bonus itu, walaupun dia baru berpikir untuk memberikan persembahan untuk SCCC tetapi Tuhan sudah memberkati dia dengan cara yang ajaib.
Kita adalah orang-orang yang mengasihi Tuhan dan kita percaya akan janji-janji Tuhan, karena kita sungguh-sungguh mengikut Tuhan dengan sepenuh hati. Dan kalau kita mengikut Tuhan dengan sepenuh hati, maka Tanah Perjanjian sudah menunggu di depan kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar